Happy Puppies!
S

Food is my bae! I never hated you, you just think of bad things about me. Nothing is impossible in God's hand. Xoxo, Orin
PUSH
About;
What's Happening?

Instagram
Hello ! Seems like you have stomped across my blog. Click those pictures to know who I am.
Talk Here;
Talk as much as you want



Secretive Box;
Everytime you click it, it's a secret!

1 2 3 4
What's inside the box? Click the numbers, and found out what's the secret!
Credit;
Big Claps

© 2013 - Full Template by Arrien Amani and someone help me is Mayra and Inficon . Edit by Orin.

Cerpen : Botol Susu dan Cangkir Teh
Sabtu, 18 Januari 2014 | 0 Comments

Kita langsung mulai aja ya… 


Botol Susu dan Cangkir Teh

Oleh : Orin



   Cangkir Teh dan Botol Susu adalah teman yang akrab. Setiap hari mereka berbicara tentang kehidupan mereka. Walaupun begitu, Botol Susu yang selalu dinasehati Cangkir Teh tidak pernah mau nurut. Justru dia meremehkan semua nasehat Cangkir Teh. Cangkir Teh pun tetap sabar menghadapi temannya itu.
   Cangkir Teh dan Botol Susu selalu digunakan dalam sehari-hari. Cangkir Teh sering digunakan Nona Vina, dan Botol Susu sering digunakan anak Nona Vina, Shasha.

          "Mamaaa!" teriak Shasha keras-keras.

          "Iya, nak?" tanya Nona Vina.

          "Asyik ma! Lina mengajak aku ke pesta ulang tahunnya!" kata Shasha.

          "Oke! Tapi, tolong ambilkan Cangkir Teh mama dong…" kata mama.

          "Ahhhh! Ya udah! " kata Shasha, sebal.

   Shasha pun ke dapur dan mencoba menggambil Cangkir Teh. Botol Susu yang melihat Cangkir Teh diambil mengedipkan matanya. Cangkir Teh dengan terseyum, berkata, "Selalulah Sabar, Botol Susu." kata Cangkir Teh menasehati. Lho? Kenapa itu? Karena… Botol Susu itu pemarah, jadi Cangkir Teh terus menasehatinya.
   Shasha pun membawa Cangkir Teh ke tangan ibunya. Tanpa sadar, Shasha melepaskan tangannya sebelum ibunya menerima Cangkir Teh, dan…


PRANGGGGG!!!!!!!!!!!!!!

  Kebetulan jarak antara dapur dan dekat, jadi Botol Susu dan perabotan lainnya melihat Cangkir Teh, PECAH.

        "Shasha!" kata Nona Vina tegas.
       
        "Maaf…" kata Shasha, sedih.

   Akhirnya Shasha disuruh membersihkan pecahan Cangkir Teh. Sementara Botol Susu, hanya bisa diam. Rasannya ingin menangis. Dalam pikirannya, tercamtumlah kata :

"Maafkan aku, sahabat. Aku tidak pernah mendengarkan semua nasehatmu kepadaku. Yang hanya kubisa lakukan sekarang adalah mengingat nasehatmu dan melakukannya." 

  Perabotan yang lain juga sedih. Mereka merasa telah kehilangan satu hal, dan hal itu tidak akan kembali. Akhirnya meledaklah tangisan Botol Susu. Semua perabotan menangis. Cangkir Teh yang sabar dan murah hati itu telah tiada, pergi selamanya.

Tamat

Iya… Nggak happy ending, tapi mempunyai pesan moral   




Xoxo,




Orin
           

Label:


PASTFUTURE


Posting Komentar

Posting Komentar